ARTIKEL GILAMOLOGI

Assalamulaikum Wr.Wb… اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَا تُهُ

BERAT/MASSA MATERI (ZAT/SEL) ALAM SEMESTA SELALU SAMA?

(Gilamologi Sebuah Kajian Alternatif Filsafat Bebas)

By: Filsuf Gila

Bismillahhirohmanirohim… بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

“Dan di antara manusia ada orang-orang yang membantah tentang Allah tanpa ilmu pengetahuan, tanpa petunjuk dan tanpa kitab (wahyu) yang bercahaya,”

(Al Hajr 22;8)

"Sesungguhnya telah Kami turunkan kepada kamu sebuah kitab yang di dalamnya terdapat sebab-sebab kemuliaan bagimu. Maka apakah kamu tiada memahaminya?"

(Al Anbiyaa 21;10)

“Ini lah (Qur’an) pedoman bagi manusia, petunjuk dan rahmat bagi kaum yang sungguh-sungguh meyakininya."

(Al-Jathiya 45: 20)

“Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik.”

(Injil 1 Tesalonika. 5:21)

“Segala yang kuperintahkan kepadamu haruslah kamu laku-kan dengan setia, janganlah engkau menambahinya ataupun menguranginya.” (Ulangan 12:32)

ISLAM AJARAN TAUHID

ISLAM AJARAN TAUHID
"Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia". (Al Ikhlas 112;1-4)

Sabtu, 21 Mei 2011

Debat Singkat Kerusakan Kitab Kejadian 11 (JILID 56 Hal 326-330)


Debat Singkat Kerusakan Kitab Kejadian (11)
Jadi apa sebenarnya yang terjadi dengan Umat kristen di Indonesia? Perbedaan yang cukup mencolok antara masing-masing umatnya dalam memandang Alkitab Injilnya. Kerusakan bukan hanya pada penafsirannya, melainkan pada Materi (Wahyu Allah) Alkitab Injilnya itu sendiri.
“Dan kami jadikan sebahagian kamu cobaan bagi sebahagian yang lain. Maukah kamu bersabar?; dan adalah Tuhanmu maha Melihat. “ (QS. 25 : 20)
Jika kita sudah melihat kajian dari para Debater dalam Negri, mari kita saksikan Kajian Kitab Kejadian dari seorang intelektual LuarNegri. Tampaknya hanya kajian ini yang akan terlihat sedikit lengkap. Mari kita kaji hasil analisis Kitab Kejadiannya.
Bob Utley
East Texas Baptist University
June 27, 1996
KETERANGAN SINGKAT MENGENAI SUMBER-SUMBER TEKNIS
YANG DIGUNAKAN DALAM “ANDA DAPAT MEMAHAMI ALKITAB” RANGKAIAN KOMENTARI PERJANJIAN LAMA
Ada beberapa sumber kata-kata dan naskah Ibrani di luar tradisi kenaskahan Masoretis.
A. Pentateukh Samaria
B. Gulungan-gulungan Kitab Laut Mati
C. Beberapa koin, surat-surat, dan ostraca-ostraca (pecahan gerabah yang belum dibakar yang digunakan untuk menulis)
Namun bagi sebagian besar, tidak ada keluarga-keluarga naskah kuno dalam PL seperti yang terdapat dalam naskah-naskah PB Bahasa Yunani. Untuk suatu artikel singkat yang baik mengenai kebisa-dipercayaan Naskah Masoretis (900-an M) lihat “Kebisa-Dipercayaan Naskah Perjanjian Lama” oleh Bruce K. Waltkedalam NIDOTTE, vol. 1, hal. 51-67.
Naskah Ibrani yang digunakan adalah Biblia Hebraica Stuttgartensia dari Lembaga Alkitab Jerman, 1997, yang didasarkan atas Leningrad Codex (1009 M). Dari waktu ke waktu versi-versi kuno (Septuaginta Yunani, Targumtargum Aram, Peshitta Syria, dan Latin Vulgate) akan diperiksa bila Bahasa Ibraninya bersifat mendua atau nyatanyata membingungkan.

Baru pada Keterangan sumber tehnis dari bagaimana cara membaca Alkitabnya saja, penulis tampaknya sudah meragukan akan kebenaran sumber-sumbernya. Bagaimana isinya akan benar jika sumbernya sendiri mengandung kesalahan?
“Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kamu agar Kami mengetahui
orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kamu, dan agar Kami menyatakan (baik buruknya) hal ihwalmu.” (QS. 47 : 31)
Tapi kita akan mencoba melihat kajiannya, walaupun sumbernya sudah diklaim mengandung keraguan atau bersifat mendua.
PEDOMAN PEMBACAAN ALKITAB YANG BAIK:
PENCARIAN PRIBADI AKAN KEBENARAN YANG DAPAT DITEGUHKAN
Banyak orang mengaku memiliki jawaban atas pertanyaan-pertanyaan mendasar ini, namun setelah melakukan penelitian dan perenungan, saya mendapati bahwa jawaban-jawaban mereka adalah berdasarkan atas (1) falsafah pribadi, (2) mitos-mitos kuno, (3) pengalaman-pengalaman pribadi, atau (4) proyeksi-proyeksi psikologis. Saya memerlukan suatu tingkatan peneguhan, bukti-bukti, suatu penalaran untuk menjadi dasar pijakan bagi cara pandang saya terhadap dunia, pusat komando kehidupan saya, dasar alasan saya untuk hidup.
Saya menemukan apa yang saya cari tersebut dalam memepelajari Alkitab. Saya mulai mencari bukti ke-dapatdipercaya-an Alkitab yang saya temukan dalam (1) kenyataan sejarah dari Alkitab yang di konfirmasikan dengan arkelologi, (2) ke-akurat-an dari nubuat-nubat di Perjanjian Lama, (3) Kesatuan berita dari Alkitab yang ditulis dalam kurun waktu seribu enam ratus tahun lamanya, dan (4) kesaksian-kesaksian pribadi dari orang-orang yang hidupnya telah diubahkan secara permanen karena berhubungan dengan Alkitab. Kekristenan sebagai suatu kesatuan sistem dari iman dan kepercayaan, memiliki kemampuan untuk menghadapi pertanyaan-pertanyaan yang rumit mengenai kehidupan manusia. Kenyataan ini bukan hanya menyediakan kerangka kerja yang rasional, namun aspek pengalaman dari iman yang Alkitabiah memberikan stabilitas dan rasa sukacita bagi saya.
Saya pikir, saya telah menemukan pusat komando kehidupan saya – Kristus, sebagaimana saya mengerti melalui Firman. Ini adalah pengalaman yang luar biasa, suatu kelegaan perasaan. Namun demikian, saya masih bisa mengingat kejutan dan rasa sakit ketika saya mulai mengerti betapa beragamnya penafsiran Alkitab yang ditawarkan, kadang-kadang bahkan dalam satu gereja maupun suatu aliran pemikiran. Meyakini ilham dan ke-dapat dipercaya-an Alkitab ternyata bukanlah akhir dari pencarian, namun adalah langkah awalnya. Bagaimana saya bisa meneguhkan atau menolak penafsiran-penafsiran dari banyak bagian dari Alkitab yang sukar, yang beragam dan bahkan saling bertentangan, oleh mereka yang mengklaim otoritas dan ke-dapat dipercayaan-nya?
Tugas ini menjadi tujuan kehidupan dan petualangan iman saya. Saya tahu bahwa iman saya di dalam Kristus telah (1) memberikan kepada saya suka cita dan kedamaian yang luar biasa. Pemikiran saya sungguh merindukan adanya suatu kebenaran mutlak ditengah-tengah kebudayaan saya yang bersifat relatif (pasca-modernitas); (2) kedogmatis-an dari sistem agama-agama yang bertentangan (agama=agama dunia); dan (3) keangkuhan denominasional. Dalam pencarian saya akan pendekatan yang tepat bagi penafsiran literatur kuno, saya sungguh terkejut menemukan kecondongan-kecondongan pemikiran saya sendiri akibat pengalaman, denominasi, maupun sejarah kehidupan saya. Saya ternyata sering membaca Alkitab hanya untuk memperkuat pandangan saya sendiri.
Saya memakai Alkitab sebagai sumber dogma untuk menyerang orang lain sementara mengukuhkan kembali rasa ke-tidak aman–an dan kekurangan saya sendiri. Betapa menyakitkannya kenyataan ini bagi saya!
Walaupun saya tidak akan pernah bisa sepenuhnya obyektif, saya bisa menjadi pembaca Alkitab yang lebih baik. Saya bisa membatasi kecondongan yang ada dengan cara mengenali dan mengakui keberadaannya. Saya belum sepenuhnya bebas dari kecondongan ini, tapi saya berusaha untuk melawan kelemahan saya ini. Penafsir seringkali menjadi musuh terburuk bagi pembacaan Alkitab yang benar!

Secara Psikologis tampaknya orang ini mengalami keraguan yang mendalam akan kebenaran Alkitab dan para penafsirnya. Penulis berusaha untuk menemukan jawabannya sendiri. Dia sadar bahwa selama ini Alkitab adalah alat atau sumber dogma untuk menyerang orang lain. Dogma atau Doktrin yang dia yakini justru mengandung kesalahan tafsir demi kepentingan tertentu.
“Belumkah datang kepada mereka berita penting tentang orang-orang yang sebelum mereka, (yaitu) kaum Nuh, 'Aad, Tsamud, kaum Ibrahim, penduduk Madyan dan negeri-negeri yang telah musnah? Telah datang kepada mereka rasul-rasul dengan membawa keterangan yang nyata, maka Allah tidaklah sekali-kali menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.” (QS. 9 : 70)
Jika kita kaitkan pengaruh piskologis yang terjadi pada penulis justru karena keyakinannya yang mendalam pada Kristus, tetapi wahyu Kristus pada Alkitab Injilnya sendiri mengandung Keraguan yang mendalam. Seperti yang dijelaskan pada ayat Alquran diatas, bahwa Allah tidak akan menganiaya ciptaan-Nya, tetapi akibat perbuatan mereka sendiri. Tidaksalahlah jika ajaran yang berada dalam Alkitab Injil akan menimbulkan keraguan pula pada umatnya.
I. Pra-suposisi
A. Saya percaya Alkitab adalah satu-satunya pernyataan diri dari satu-satunya Allah yang benar. Karena itu, penafsirannya harus menggunakan sudut pandang maksud dan tujuan dari sang penulis illahi (Roh Kudus) yang menggunakan seorang manusia sebagai penulis dan dalam latar belakang sejarah tertentu.
B. Saya percaya Alkitab ditulis untuk orang-orang biasa – untuk semua orang! Tuhan menyediakan diriNya untuk berbicara secara jelas kepada kita dalam suatu konteks sejarah dan budaya tertentu. Tuhan tidak menyembunyikan kebenaran—Ia ingin kita mengerti! Oleh karena itu, Alkitab harus ditafsirkan dengan sudut pandang zaman pada saat penulisannya, bukan zaman kita saat ini. Alkitab tidak dapat berarti sesuatu bagi kita berbeda dengan kepada mereka yang membaca dan mendengarnya pertama kali. Hal ini dapatlah secara mudah dimengerti oleh akal kita, dan menggunakan teknik-teknik dan bentuk-bentuk komunikasi.
C. Saya percaya Alkitab memiliki berita dan tujuan yang menyatu. Tidak saling ber tentangan satu dengan yang lain, walaupun didalamnya terdapat juga bagian-bagian yang sukar dan bersifat paradoks. Dengan demikian penafsir terbaik dari Alkitab adalah Alkitab itu sendiri.
D. Saya percaya bahwa setiap bagian (selain nubuatan) hanya memiliki satu arti berdasarkan maksud dan tujuan dari si penulis yang diilhami Tuhan sendiri. Meskipun kita tidak akan mungkin bisa sepenuhnya meyakini bahwa kita tahu maksud si penulis, banyak indikator menunjuk kearah hal tersebut:
1. Genre (tipe literatur) yang dipilih untuk mengemukakan berita.
2. latar belakan sejarah dan/atau kejadian tertentu yang mendorong penulisan
3. konteks tulisan dari keseluruhan buku, juga tiap satuan tulisan.
4. rancangan naskah (garis besar) dari satuan tulisan dalam kaitannya dengan keseluruhan berita.
5. ciri-ciri tata bahasa tertentu yang menonjol yang digunakan untuk mengkomunikasikan berita.
6. kata-kata yang dipilih untuk menyajikan berita.
7. bagian-bagian yang bersifat paralel.
Mempelajari setiap bidang ini adalah tujuan kita dalam mempelajari suatu bagian Alkitab. Sebelum saya menerangkan mengenai metodologi bagi pembacaan Alkitab yang baik, saya akan menggambarkan beberapa metode yang tidak tepat yang bayak digunakan saat ini, yang telah menyebabkan banyaknya keberagaman tafsiran, dan yang sebagai konsekuensi harus kita hindari

Penulis tampaknya berusaha mengklaim bahwa apa yang akan dilakukannya adalah benar adanya. Sedangkan apa yang digunakan saat ini oleh para penafsir dianggapnya tidak tepat pada metodenya, sehingga menimbulkan multi tafsir.
Penulis sangat yakin pada Alkitabnya sebagai Wahyu Allah yang diturunkan melalui penulis ilahi (Roh Kudus) kepada manusia biasa sebagai penulis. Perhatikan kebingungannya dalam mengatakan antara “penulis Ilahi” dengan “manusia sebagai penulis”. Penegasan kalimat ini adalah karakter “ Karet” yang dapat dimaksudkan bila ada kesalahan pada Alkitab Injil sekarang maka itu adalah kesalahan “penulis manusia”, sedangkan jika benar maka itu adalah kebenaran “penulis Ilahi”. Kalimat Penyesatan bagi kaum awam.
Alkitab Injil menurut klaim penulis sangat masuk diakal dan mudah dimengerti, tetapi juga mengandung hal yang sukar dan bersifat paradoks. Alkitab Injil hanya dapat ditafsirkan oleh Alkitab Injil itu sendiri, ini kebenaran yang diyakini penulis. Karena bagi penulis “Penafsir seringkali menjadi musuh terburuk bagi pembacaan Alkitab yang benar!”.
Oleh sebab itu Gilamologi tertarik untuk membuktikan kaitan ayat-perayatnya, adakah penjelasan antara satu ayat dengan ayat lainnya secara lengkap? Tentunya berdasakan indikator yang diajukan oleh sang penulis diatas.
“Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka tidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap orang-orang yang zalim. (QS. 2 : 193)
“Inikah Tanda-tanda Kebesaran (Keberadaan) Allah?”
Semoga Hidayah Kebenaran Islam dari Allah SWT selalu bersama Anda.
Dan jika ada kesalahan tulisan..itu kesalahan saya sebagai Manusia Biasa.
“Katakanlah: "Jika aku sesat maka sesungguhnya aku sesat atas kemudharatan diriku sendiri; dan jika aku mendapat petunjuk maka itu adalah disebabkan apa yang diwahyukan Tuhanku kepadaku. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Dekat". (Saba 34;50)
May Allah Bless Us/You (MABU)!!!

Bersambung Ke...JILID 57 Hal 330-335

Sabtu, 14 Mei 2011

Debat Singkat Kerusakan Kitab Kejadian 10 (JILID 55 Hal: 319-326)

Debat Singkat Kerusakan Kitab Kejadian (10)
 Sekarang mari kita saksikan sebuah pernyataan dari umat Kristen yang berusaha meyakinkan pembacanya bahwa Kitab Kejadian adalah bagian Kitab Suci dari Firman Tuhan yang mengandung Kebenaran Mutlak.
“Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan beriman." (Al Baqara 2;6)
Begini emailnya:

Teori geosentris versus Teori Heliosentris.

Posted by: "sethiadi" ssethiadi@gmail.com

Sat May 7, 2011 5:21 pm (SGT)

Fitur Rohani - ALKITAB DAN ILMU PENGETAHUAN
ALKITAB DAN ILMU PENGETAHUAN
Ir. Stanley I. Sethiadi
____
"Beranak cuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan dilaut dan burung-burung diudara dan atas segala
binatang yang merayap dibumi".(Kejadian 1:28b).


TEORI GEOSENTRIS VERSUS TEORI HELIOSENTRIS.
____

"Matahari, berhentilah diatas Gibeon dan engkau, bulan diatas lembah Ayalon!". Maka berhentilah matahari dan bulanpun tidak bergerak, ... (Yoshua 10:12b-13a ).

Baru sampai judulnya saja saya sudah heran, mengapa beliau mengutip ayat Kitab Kejadian 1;28b untuk menjelaskan Teori Geosentris vs Heliocentris? Mengapa Ia tidak menggunakan Kitab Kejadian ayat 1;1-5 dikaitkan dengan Kitab Kejadian ayat 1;14-19? Mengapa harus menggunakan ayat Yoshua? Sepertinya umat Kristen sudah mau membuang beberapa ayat dalam Kitab Kejadiannya karena sudah tidak sesuai dengan logika sehat dan ilmu pengetahuan. Mari kita lanjutkan membaca analisisnya :
ZAMAN YUNANI KUNO.
Pada zaman Yunani kuno ada dua teori mengenai peredaran planet-planet ialah teori Geosentris yang dikemukakan oleh Aristoteles (384-322 sebelum Kristus) dan teori Heliosentris yang dikemukakan Aristarchus. Pada zaman Yunani kuno kedua teori ini saling bersaingan.
Bagi rakyat "biasa" dianggap bahwa teori Geosentris lebih realistis. Geo=bumi sentris=pusat. Mungkin pandangan ini sudah berlaku dari za man Adam dan Hawa, manusia pertama yang hidup dibumi. Sampai seka rangpun kita masih menggunakan teori Geosentris dalam percakapan sehari-hari. Bukankah kita mengatakan: "Bangun anak-anak, matahari sudah tinggi". Atau:"Pemandangan dipantai itu sangat indah waktu matahari tenggelam". Kinipun pada umumnya kita menganggap bumi yang diam dan matahari yang berputar mengelilingi bumi.

Untuk paragraf diatas, jelas umat Islam tidak akan pernah setuju dengan pernyataaanya. Darimana umat Kristen berani menggeneralisir bahwa rakyat biasa menganggap teori Geosentris lebih realisltis? Realistis menurut ilmu pengetahuan dan akal sehat atau menurut Alkitab Injil? Menggunakan percakapan sehari-hari unutk menjelaskan teori alam semesta? Siapa yang anda maksud dengan “Kita”? Jangan menggiring opini publik bahwa analisis anda ini seolah adalah pendapat banyak orang. Mengapa anda tidak berani katakan bahwa bumi diam dan matahari yang berputar mengelilingi bumi adalah kata Anda dan Alkitab Injil anda? Anda takut?
ABAD PERTENGAHAN.
Pada abad pertengahan (abad 12 s/d 15) orang-orang di-Eropah Barat sangat mendukung Aristoteles. Apa saja yang dikatakan Aristoteles dianggap mutlak benar. Dan Aristoteles mengatakan bahwa bumi adalah pusat alam semesta.
Berdasarkan pendapat Aristoteles diatas dan berdasarkan ayat Yoshua 10:12a-13b diatas, serta pandangan rakyat "biasa" pada umumnya gereja mengambil alih pandangan ini. Teori Geosentris dianggap mutlak benar.
COPERNICUS.
Pada tanggal 19 Pebruari 1473 Copernicus lahir di-Torun, Polandia. Copernicus hidup pada peralihan zaman abad pertengahan dan zaman pencerahan (renaissance). Copernicus kemudian jadi biarawan, tetapi ia juga sangat tertarik pada astronomi. Dengan alat-alat yang sangat seder hana yang ada waktu itu, Copernicus mempelajari gerakan-gerakan mata hari, planet-planet dan bintang-bintang. Tentu saja ia juga mempela jari astronomi zaman Yunani kuno. Ia menarik kesimpulan bahwa kalau mata hari yang dianggap diam dan bumi serta planet-planet yang dianggap mengelilingi matahari, lebih mudah prediksi gerakan-gerakan benda-benda dilangit. Ia menggali ulang teori Aristarchus dan menulis sebuah buku. Copernicus tahu betul betapa bahayanya mengeluarkan suatu pendapat yang bertentangan dengan pendapat gereja apalagi pendapat Paus waktu itu. Selama 30 tahun ia simpan bukunya ditempat yang terkunci, menambah pengamatan baru disana-sini. Tetapi akhirnya ia putuskan untuk menerbitkannya juga. Pada tanggal 24 Mei 1543, pada saat contoh bukunya diperlihatkan kepadanya, Copernicus menghembuskan nafasnya yang terakhir.
Gereja Katolik Roma tidak memberikan reaksi sampai 70 tahun kemudian. Tetapi gereja Protestan mulai dengan Martin Luther memberikan reaksi yang sangat keras.

Sadar atau tidak sadar penulis umat Kristen ini tampaknya sedang membuka rahasianya sendiri, bahwa doktrin Gerja dan Kepausan lebih kuat daripada akal sehat dan ilmu pengetahuan. Apakah penulis mengalami ketakutan yang sama seperti Copernicus untuk mengungkap kebenaran? 


GALILEO GALILEI.
Galileo Galilei dilahirkan pada tahun 1564 dikota Pisa di-Italia. Galileo menjadi pendukung teori Copernicus. Pada tahun 1616 Galileo diperingatkan agar jangan mendukung teori Heliosentris dari Copernicus. Pada tahun 1632 Galileo menerbitkan bukunya yang diberi judul :"Dialogue concerning the two chief systems of the world". Pada musim dingin tahun 1633 ia dipanggil ke-Roma untuk menghadapi komite inkwisisi dari gereja Katolik Roma. Setelah ditahan dan dibentak-bentak selama berbulan-bulan pada tanggal 22 Juni 1933 ia diajukan kepengadilan. Waktu itu umurnya sudah 70 tahun dan sakit-sakitan. Dalam keadaan tua, sakit dan letih ia bersedia menarik kembali dukungannya kepada teori Copernicus sambil berlutut. Ia tidak jadi dihukum mati tetapi dikenakan tahanan rumah. Pada tahun 1642 Galileo meninggal dunia dalam status tahanan rumah. Pada tahun yang sama lahir Isaac Newton.
Pengamatan-pengamatan astronomis kemudian makin lama makin banyak yang mendukung teori Heliosentris. Para rohaniwan baik Katolik Roma maupun Protestan menjadi salah tingkah. Rohaniwan generasi abad ke-18 menyalah-nyalahkan para Rohaniwan abad ke-16 dan 17. Mereka kemudian kompromi dengan teori Heliosentris Aristarchus/Copernicus/Galileo.

Tampaknya penulis lebih memilih untuk mengikuti jejak Galileo dalam mencari keselamatan. Apakah ini yang dimaksud dengan “Keselamatan” dalam Kristen? Selamat kalau mendukung Doktrin Gereja? Sedangkan jika membantah, maka tidak akan selamat.
ASTRONOMI ABAD KE-20.
Apakah teori Heliosentris mutlak benar? Perlukah para rohaniwan mengutuk atau kompromi dengan teori Heliosentris? Mari kita pelajari hal ini lebih dalam dan lebih terperinci.
Astronomi terus berkembang. Pengamatan-pengamatan terhadap benda- benda dilangit makin lama makin bertambah. Teori Heliosentris dari Copernicus pada abad ke-16 pun telah direvisi orang beberapa kali. Copernicus berpendapat bahwa matahari adalah pusat alam semesta. Bumi berputar pada sumbu bumi dan berputar mengelilingi matahari. Planet-planet juga berputar mengelilingi matahari. Bintang-bintang lebih jauh sedikit dari planet-planet terhadap matahari dan tetap ditempatnya. Tetapi pengamatan lebih jauh menunjukkan bahwa memang untuk meramalkan gerakan planet-planet lebih mudah menggunakan teori Heliosentris daripada menggunakan teori Geosentris. Tetapi untuk menggambarkan gerakan bulan terhadap bumi, lebih mudah membayang kan bumi diam dan bulan yang berputar mengelilingi bumi. Belakangan diduga bahwa matahari hanya satu bintang dari miliaran bintang yang ada dalam suatu gugusan bintang yang juga disebut galaxy. Matahari samasekali bukan pusat dari bintang-bintang ini. Belakangan lagi diduga bahwa galaxy bukan hanya satu tetapi ada miliaran galaxy-galaxy. Galaxy dimana matahari menjadi salah anggotanya disebut juga galaxy Bima Sakti (Milky Way, Melk Weg). Belakangan lagi para astronomer menduga bahwa galaxy-galaxy yang diamati hanyalah satu gugusan galaxy-galaxy (cluster of galaxies). Ada banyak clusters of galaxies lain. Makin canggih teleskop yang dibuat orang, makin banyak didapati clusters of galaxies ini. Alam semesta ini ternyata jauh lebih besar daripada yang pernah dibayangkan Copernicus atau Galileo. Dan kita belum sampai pada akhir pengamatan. Setiap saat diamati hal-hal baru dalam dunia astronomi. Makin banyak kita tahu mengenai alam semesta ini, makin sadar kita akan yang kita belum tahu. Teori-teori baru dikemukakan dan teori-teori lama bertumbangan.

Lagi-lagi penulis tampaknya hendak menggiring opini pembaca untuk meyakinkan  bahwa Matahri pusat Alam Semesta. Apakah penulis tahu perbedaan Alam semesta dan Tata Surya? Dan teori mana yang akan dijelaskan oleh Alkitab Injil engenai perbedaan alam semesta dan Tata surya? Penulis lupa akan klaimnya ahwa Kitab suci Alkitab Injil itu adalah Firman Tuhan yang mengandung kebenaran Mutlak.
“Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka , dan penglihatan mereka ditutup . Dan bagi mereka siksa yang amat berat" (Al Baqara 2;7)
Ingat! Kitab suci adalah kumpulan, bukan masalah ayat-perayat. Jadi jika satu ayat saja salah secara logika ilmu pengetahuan, maka gugurlah Kitab Suci Firma Tuhan tersebut. Jadi saya mau mengingatkan kepada penulis, bahwa hukum yang menurut ilmu pengetahuan sekarang telah diakui adalah “ Matahari sebagai pusat Tata Surya atau Galaxy” bukan alam semesta Bung.
Sesungguhnya kalau teori Geosentris dianggap salah, maka teori Heliosentris juga sama salahnya. Tidak ada alasan apapun untuk menganggap bahwa bumi atau matahari adalah pusat alam semesta. Untuk menggambarkan gerakan bulan atau satelit buatan terhadap bumi, paling logis ialah menganggap bahwa bumi diam dan bulan yang mengelilingi bumi. Untuk menggambarkan gerakan planet-planet, paing logis menganggap bahwa matahari diam dan planet-planet berputar mengelilingi matahari. Tetapi untuk menggambarkan gerakan bintang-bintang dalam glaxy Bima Sakti sangat tidak logis untuk mengambil matahari sebagai pusat Bima Sakti. Lebih logis menganggap bahwa ditengah-tengah Bima Sakti ada sumbu imaginair. Semua bintang-bintang dalam gugusan Bima Sakti berputar mengelilingi sumbu imaginair ini. Tetapi untuk menggamparkan gerakan galaxy-galaxy dalam cluster of galaxies, tidak logis mengambil sumbu imaginair ini. Mungkin haru diambil sumbu imaginair lain yang lebih besar. Dan sebagainya dan sebagainya.

Tampaknya penulis ingin menganggap bahwa ilmu pengetahuan sekarang sifatnya mengambang. Dan Alkitab Injilnya mengandung “Pasal Karet” alias nanti ada kemungkinan benar, karena sekarang memang terbukti salah.
Jadi sesungguhnya Copernicus tidak lebih benar dari Yoshua. Untuk menggambarkan gerakan matahari dan bulan terhadap orang-orang yang sedang bertempur waktu itu, Yoshua sangat logis menganggap bahwa matahari dan bulan yang bergerak dan bumi yang diam.
Jadi sesungguhnya baik Luther/komite inkwisisi maupun Copernicus/ Galileo sama benarnya atau sama salahnya. Pertengkaran antara Heliosentris dan Geosentris hanyalah ribut-ribut mengenai tidak apa-apa (much ado about nothing). Para rohaniwan tidak perlu merasa rendah diri (minder) karena peristiwa itu. Para rohaniwan juga tidak perlu kompromi dengan teori Heliosentris. Teori Heliosentris sama benarnya atau sama salahnya dengan teori Geosentris. Kebenaran atau kesalahan mereka hanya relatip.
Astronomipun masih berkembang terus. Apa yang dianggap "benar" suatu saat, dapat dianggap "salah" pada saat yang lain, dan sebaliknya. Mungkin suatu saat orang kembali akan menganggap teori Geosentris lebih memuaskan daripad teori-teori lain. Suatu indikasi kearah itu ialah : "Apakah pikiran manusia ada dalam alam semesta atau alam semesta ada dalam pikiran manusia? Filsuf Berkeley mengatakan alam semesta hanya ada dalam pikiran. Kalau ini benar, maka dimana ada manusia, disitulah pusat alam semesta. Tetapi mengenai ini mungkin kita akan bahas lebih dalam lain kali.
Yang sudah lewat tidak dapat diperbaiki lagi. Yang dapat ialah mari kita belajar dari peristiwa ini. Kepada semua orang Kristen, baik rohaniwan, ilmuwan atau teolog saya anjurkan:
JANGAN MENGUTUK, TETAPI JANGAN PULA KOMPROMIKAN ALKITAB DENGAN TEORI ILMIAH YANG MANAPUN. TEORI ILMIAH TIDAK PERNAH FINAL. APA YANG DIKIRA BENAR SAAT INI, DIHARI KEMUDIAN BISA SAJA DIANGGAP SALAH DAN SEBALIKNYA. BEGITULAH ILMU PENGETAHUAN ALAM. BAIK ROHANIWAN MAUPUN ILMUWAN PERNAH MEMBUAT TAFSIRAN-TAFSIRAN YANG SALAH DARI FIRMAN ALLAH MAUPUN DARI ALAM SEMESTA. HANYA ALLAH DAN FIRMAN ALLAH ITU SENDIRI YANG MUTLAK BENAR DAN KEKAL ABADI SELAMANYA.
_____

Kalau Anda punya pertanyaan atau tanggapan mengenai artikel-artikel diruang "Alkitab dan ilmu pengetahuan" ini atau ada pertanyaan di luar artikel-artikel diruang ini yang ada hubungannya dengan Alkitab dan ilmu pengetahuan, silahkan kirim email ke-saya.
Alamat email saya adalah ssethiadi@gmail.com  Saya akan berusaha menjawab sebaik mungkin, bahkan mungkin pertanyaan Anda dapat menjadi bahan untuk artikel berikutnya.

Kalimat yang ditulis huruf kapital diatas, nampaknya menunjukan ketakutan umat Kristen akan kemajuan ilmu pengetahuan yang nantinya akan membuktikan kesalahan-kesalahan dari Alkitab Injilnya. Firman yang dimana yang mengandung Kebenaran Mutlak? 
Penulis nampaknya hendak mempersalahkan teori Geocentris dan Heliocentris dengan mengatakan kebenaran Egosentris dari para Filsuf kaum Pagan jaman Yunani. Jadi jelas bahwa  apa yang dikatakan Origenes bahwa Kristen banyak terpengaruh pemikiran Filsuf Yunani Kuno (Kaum Pagan).
Dan saya juga akan menghimbau para rohaniawan, Theolog, ilmuwan dan masyarakat umum lainya khususnya umat Muslim,
MARI KITA PELAJARI ILMU PENGETAHUAN SEDALAM MUNGKIN. TEMUKAN ILMU PENGETAHUAN MANUSIA YANG BELUM TERGALI DARI ALQURAN. ALLAH SWT SUDAH MENYEDIAKAN AKAL DAN ILMU PENGETAHUAN UNTUK MANUSIA SUPAYA MANUSIA TUNDUK KEPADA-NYA… AMIN
“Alif laam miin. " Kitab (Al Quraan) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa, " (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka." dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Qur'an) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat. " Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung. " (Al Baqara 2;1-5)
Kemudian sebagai perbandingan lagi, bahwa cara umat Kristen menjawab dan ketakutan akan Kerusakan dalam Alkitab Innjilnya dapat kita lihat pada email berikut ini:
From: Ian Leonardo <ianleonardo@ yahoo.com>
Sender: islam-kristen@ yahoogroups. com
Date: Sat, 7 May 2011 10:25:07
To:<islam-kristen@yahoogroups.com>; Hakekatku<hakekatku_00@ yahoogroups.com>
Reply-To: islam-kristen@ yahoogroups. com
Subject: Bls: [islam-kristen] Kitab Suci (dr Allah)
Kalau Anda punya satu lukisan yang sangat indah yang Anda lihat di komputer,  kemudian diperbesar terus sampai 100 kali, maka yang terlihat hanyalah  pixel-pixel yang amburadul, yang tidak ada korelasi satu sama lain, yang tidak  ada keindahan sama sekali. Secara umum alam mengajarkan kepada kita, untuk  mengetahui dan menikmati sesuatu adalah dari overview (gambaran secara keseluruhan) baru ke detail.
Kalau Anda baru membaca Kej 1 ayat 1, 2 lalu timbul banyak pertanyaan, itu  wajar. Seperti ketika melihat pixel pertama dan kedua dari sebuah lukisan, bisa  timbul macam-macam pertanyaan, kenapa warnanya hijau, berapa derajat  kehijauannya, berapa brightness-nya, alphanya, dsb.
Pertanyaan Anda itu bisa dijawab, tapi apakah ada gunanya menjawab pertanyaan  seperti itu. Kitab Suci tidak ditulis untuk menjawab semua pertanyaan yang  timbul di kepala kita. Sekalipun langit dijadikan kertas dan lautan dijadikan  tinta, tetap tidak cukup untuk menuliskan semua yang ada untuk menjawab  pertanyaan kita akan semua ciptaan dan karya Allah.
Ketika kita membaca ada kata malaikat, kita mungkin bertanya, berapa tingginya, beratnya, apakah bersayap atau tidak, kalau terbang bisa dengan kecepatan  berapa, jumlah malaikat ada berapa, bagaimana pengelompokkannya, siapa ketua kelompoknya, suaranya sopran atau bass, dan masih macam-macam lagi. Walaupun bisa dijawab semuanya, apakah ada gunanya?
My God is living God, and His Words are living words. Tidak ada satu kitab di  dunia ini yang paling banyak dibahas, yang paling banyak menghasilkan sarjana,  dan paling banyak mempengaruhi segala segi kehidupan, selain Alkitab. Alkitab  itu benar dan hidup. Jika tidak benar, tidak mungkin bertahan sampai ribuan  tahun, dan sampai sekarang masih terus menarik untuk dibahas.
The Bible is beyond all your criterias. The Bible is about life and death.
Semua kitab suci mengajarkan tentang berbuat baik. Berbuat baik itu harus, tetapi apa gunanya berbuat baik tetapi tidak ada kepastian keselamatan akan kekekalan hidup?

Kalau kita baca dengan teliti tulisan diatas, tentulah banyak hal yang lucu terjadi. Bahwa alam mengajarkan dari umum ke khusus. Arti kaitannya dengan judul bahwa penulis ingin mengatakan bahwa Alkitab Injil dibuat indah pada kata-katanya, tetapi terlihat rusak jika sudah pada tahapan detilnya. Seolah-olah ayat-ayatnya tersusun rapih, detail, sistimatis dan lengkap, padahal setelah kita zoom detailnya menurut ilmu pengetahuan sekarang, terlihat sudah kerusakan-kerusakannya.
Di antara manusia ada yang mengatakan: "Kami beriman kepada Allah dan Hari kemudian ," pada hal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman." (Al Baqara 2;8)
Saya yakin umat yang akan meyakini sebuah Kitab suci, tidak perlu sampai mendetail bertanya tentang berat sayap, jumlahnya warna sayap Malaikatnya. Tetapi apa yang tertulis dalam Kitab suci itu saja yang terlebih dahulu dikaji untuk mengetahui kebenarannya. Dimana kita tahu semua bahwa pemahaman kitab suci dapat dilihat secara Tekstual, Kontekstual dan Konseptual. Jika ditelaah secara teologi dapat dilihat secara Syariat, Tarekat, Hakekat ataupun Marifatnya. Tetapi semua itu berujung pada logika dan Nalar sehat yang diberikan Allah SWT sebagai sebuah bentuk kesempurnaan manusia.
Dan sekarang saya catat klaim yang mengatakan bahwa Alkitab Injillah yang paling banyak dikaji, dibaca dan menghasilkan banyak sarjana. Ini dia kebenaran relatif yang djapat diuji pada waktu kemudian nanti. Apakah agama Kristen/Katolik akan tetap menjadi agama yang paling banyak penganutnya?
Lihat bagaimana umat Kristen yang satu ini menghindar untuk menjawab secara detail Kitab Kejadian, hanya khusus pada halaman pertama saja. Kalau mau dikaitkan dengan ayat lain, silahkan juga. Kemudian penulis mengatakan pula bahwa ilmu Allah tidak akan bisa ditulis dan saya setuju dengan ini. Tetapi mengapa klaim umat Kristen selalu mengatakan bahwa Alkitab Injilnya berisi pengetahuan yang detail?
Keselamatan yang mana Bung? Keselamatan jika mengakui doktrin dan kesesatan logika agar selamat dari Inkuisisi Gereja?
Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar." (Al Baqara 2;8)
“Inikah Tanda-tanda Kebesaran (Keberadaan) Allah?” jadi
Semoga Hidayah Kebenaran Islam dari Allah SWT selalu bersama Anda.
Dan jika ada kesalahan tulisan..itu kesalahan saya sebagai Manusia Biasa.
“Katakanlah: "Jika aku sesat maka sesungguhnya aku sesat atas kemudharatan diriku sendiri; dan jika aku mendapat petunjuk maka itu adalah disebabkan apa yang diwahyukan Tuhanku kepadaku. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Dekat". (Saba 34;50)
May Allah Bless Us/You (MABU)!!!

Bersambung Ke...JILID 56 Hal 326-330

Minggu, 08 Mei 2011

Debat Singkat Kerusakan Kitab Kejadian 9 (JILID 54 Hal 313-319)

Debat Singkat Kerusakan Kitab Kejadian (9)
Perdebatan singkat tentang sebuah logika sederhana ternyata tidak sesederhana yang dibayangkan oleh umat Kristen. Logika yang cukup mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari apalagi dengan kemampuan Theologi seharusnya mampu menjelaskan sebuah rangkaian logika sederhana. Semua ini terjadi karena ego dan pengaruh Dogma atau Doktrin yang kebablasan.
Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah". Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: "Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)". (Al Imran 3;64)
Menarik sekali melihat perdebatan antara umat Islam dengan umat Kristen. Tetapi ada lagi yang menarik antara umat Kristen dengan umat Kristen sendiri dalam membahas Kerusakan Alkitab Injil mereka.

Re: Teori kreasi versus teori evolusi.

Posted by: "ttbnice" rparapat@live.com   ttbnice

Thu May 5, 2011 10:54 am (SGT)

Yudas menghianati Yesus agar Yesus dapat melakukan penyelamatan. Jika Yudas tidak berkhianat, Yesus tidak akan disalib, dan misi penyelamatan gagal. Ini kontradiksi dalam alkitab, yang bisa terjadi karena memang alkitab adalah buatan manusia. Di dalam injil Yudas dikatakan Yudas dibisiki YEsus untuk berkhianat kepada Yesus agar Yesus ditangkap dan disalibkan. Tapi gereja keberatan untuk memasukkan injil Yudas ke dalam alkitab.
Injil Yudas dipercaya dimiliki kelompok Kresten Gnostik yg tumbuh subur di Asia. Artinya lagi, ada berbagai kelompok KResten di masa awal Kresten yg akhirnya harus berpolitik ria di Nicea untuk menjadi satu Kresten.
Kotradiktisi, keputusan gereja, politik, dll menunjukkan banyaknya campurtangan manusia dalam pembentukan alkitab yg kita kenal sekarang.
Poin saya adalah, jika menurut alkitab evolusi adalah salah, bagaimana jika alkitabnya salah? Apakah evolusi bisa menjadi benar? Tolong pikir dalam2.
Ketika Galileo berkata matahari adalah pusat semesta, maka Galileo dikatakan sesat oleh gereja. Ketika ilmu kimia adalah sesat karena dianggap sihir. KEtika mesin cetak gutenberg dilarang karena takut dijadikan pencetakan alkitab dalam jumlah banyak. Ini adalah contoh2 bagaimana iptek dan iman pernah bertabrakan.
Dan kali ini iptek dan iman bertabrakan lagi di evolusi.
Anehnya, kenapa iptek selalu yg menang. Dan anehnya lagi kenapa kekrestenan tidak menjadi gugur karenanya?
Ternyata yang benar bumi mengelilingi matahari, dan alkitab bisa salah karena manusia yg bikin. As simple as that...
ALkitab adalah buatan manusia dan bisa salah, justru menurut saya disitulah kekuatannya.

Dari apa yang dipaparkan seorang Kristen pertama (ttbnice) diatas, jelas bahwa beliau sudah mengakui kerusakan yang fatal pada Alkitab. Dan beliau melihat dari sudut pandang lain dan menegaskan bahwa Alkitabnya Rusak adalah Kekuatannya. Mungkin beliau lupa dengan prinsip Falsifabilitas, dimana jika Kitab Sucinya Rusak (cukup 1 ayat saja), maka Kitab Suci itu tidak boleh menyandang Kitab Suci lagi. Dan jika sebuah agama sudah tidak memiliki Kitab Suci lagi, maka itu bukanlah agama.
Jika saya menjawab pertanyaan ttbnice, maka saya akan katakan, Alkitab Injil dan Teori evolusi SALAH. Dua-duanya tidak dapat dibuktikan dan membuktikan secara ilmiah. Perdebatan sia-sia dua orang buta dalam membahas seekor gajah..He3x…
Sesungguhnya diantara mereka ada segolongan yang memutar-mutar lidahnya membaca Al Kitab, supaya kamu menyangka yang dibacanya itu sebagian dari Al Kitab, padahal ia bukan dari Al Kitab dan mereka mengatakan: "Ia (yang dibaca itu datang) dari sisi Allah", padahal ia bukan dari sisi Allah. Mereka berkata dusta terhadap Allah sedang mereka mengetahui.” (Al Imran 3;78)
Sekarang kita lihat apa yang dikatakan oleh umat Kristen lainnya dalam membantah tulisan umat Kristen pertama diatas.
From: sethiadi
Sent: Wednesday, May 04, 2011 1:56 PM
To: Indonesia-Rising@ yahoogroups. com
Subject: RE: [Indonesia-Rising] Re: Teori kreasi versus teori evolusi.
Saya rasa, saya sudah menjawab semua pertanyaan Anda diposting yang lalu. Soal Yudas tdak pernah Anda kemukakan sebelumnya dan ini tidak ada hubungan dengan topik yang sedang kita bahas ialah soal kreasi versus evolusi. Menurut Anda bagaimana?
Saya sudah tulis Alkitab, menurut saya dan kaum injili sedunia, ditulis oleh manusia berdasarkan Wahyu Allah. Allah, saya percaya, adalah mutlak benar dan tak terbatas.
Tetapi manusia memang terbatas dan bisa salah. Yang meneruskan Alkitab adalah juga manusia yang terbatas. Kini manusia, termasuk Anda dan saya yang terbatas, mau mengerti Wahyu Allah. Jadi memang bisa ada salah pengertian. Tetapi ingat asal mulanya adalah dari Allah, jadi ini jauh lebih tinggi daripada teori dan filsafat manusia yang manapun. Apalagi manusia ateis seperti Stephen Hawking dan banyak evolutionists lain. Hawking sendiri mengakui sebuah teori ilmiah tidak pernah dapat dibuktikan benar. Saya pernah forward tulisan Hawking mengenai ini. Apa perlu saya ulangi?
Salam. Stanley.

Orang Kristen yang kedua ini adalah orang yang selama ini berdebat singkat dengan saya. Dan coba perhatikan bagaimana beliau menulis, gaya dan cara menjawabnya mirip dengan apa yang dikatakan pada saya. Saya pikir tulisannya sangat picik sekali, dimana dia hanya dan selalu menggunakan ayat 1-3 dari Kitab Kejadian sebagai acuannya.
Perhatikan kata” …Wahyu Allah. Allah, saya percaya, adalah mutlak benar dan tak terbatas”. Klaim dari umat Kristen adalah Alkitab Injil Firman Tuhan/Wahyu Allah 100%. Hasil Kajian saya dan umat Kristen sendiri Alkitab Injil RUSAK. Jadi apa yang dimaksud dengan Mutlak Benar dan Tak terbatas? Mengertikah Ir. Stanley terhadap konsep Mutlak Benar dan Tidak Terbatas? Mengertikah Konsep Falsifabilitas?
From: Indonesia-Rising@ yahoogroups. com [mailto:Indonesia-Rising@ yahoogroups. com] On Behalf Of ttbnice
Sent: Wednesday, May 04, 2011 10:47 AM
To: Indonesia-Rising@ yahoogroups. com
Subject: Re: [Indonesia-Rising] Re: Teori kreasi versus teori evolusi.
Sebenernya yang menjadi masalah diantara kita adalah alkitab. Bukan soal kepercayaan kepada Tuhannya. Karena acuan anda selalu alkitab, sementara saya lebih open mind. Anda belum menjawab saya soal Yudas apakah dia penghianat atau bukan? Ini untuk menguji bagaimana tingkat kebenaran alkitab anda...
Saya pribadi tidak terlalu menyalahkan alkitab, hanya saja saya menerima kalo alkitab bisa salah. Toh yg bikin kan manusia...

Dari bahasannya yang kedua ini tampaknya sudah jelas perbedaannya. Kristen pertama tidak berdasar pada Alkitab yang menurutnya mengandung kesalahan tetapi ada kekuatan, tampaknya Kristen yang pertama ini sudah Agnostik. Sedangkan Kristen yang kedua berdasarkan Alkitab sebagai wahyu Allah yang ditulis manusia yang bisa saja salah. Kristen yang jkedua ini sangat kuat pengaruh doktrin dan dogma ajarannya.
Tidak wajar bagi seseorang manusia yang Allah berikan kepadanya Al Kitab, hikmah dan kenabian, lalu dia berkata kepada manusia: "Hendaklah kamu menjadi penyembah-penyembahku bukan penyembah Allah." Akan tetapi (dia berkata): "Hendaklah kamu menjadi orang-orang rabbani, karena kamu selalu mengajarkan Al Kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya. dan (tidak wajar pula baginya) menyuruhmu menjadikan malaikat dan para nabi sebagai tuhan. Apakah (patut) dia menyuruhmu berbuat kekafiran di waktu kamu sudah (menganut agama) Islam?". (Al Imran 3;79-80)
Dari perdebatan dua orang Kristen ini saja kita dapat menilai dan menggambarkan apa yang terjadi di belahan Eropa sana. Dimana para Filsuf dan kaum Atheis lahir dalam menentang keberadaan kaum Theis. Jelaslah bahwa kaum Theis yang berpegang pada Alkiatb Injil akan terseok-seok menghadapi pertanyaan dan pernyataan kaum Atheis. Karena jelas Alkitab Injil mengandung kerusakan yang sangat parah, bahwa Allah yang menurunkan Wahyu melalui Alkitab Injil yang harus mereka sembah, percayai dan memiliki kebenaran Mutlak mengandung Kesalahan.
Mari kita lihat perdebatan berikutnya:
From: sethiadi
Sent: Sunday, May 01, 2011 4:08 PM
To: Indonesia-Rising@ yahoogroups. com
Subject: RE: [Indonesia-Rising] Re: Teori kreasi versus teori evolusi.
Kali ini saya jawab dibawah tulisan Anda saja yah! Soalnya banyak sekali.
Salam. Stanley.
From: Indonesia-Rising@ yahoogroups. com [mailto:Indonesia-Rising@ yahoogroups. com] On Behalf Of ttbnice
Sent: Sunday, May 01, 2011 8:24 AM
To: Indonesia-Rising@ yahoogroups. com
Subject: [Indonesia-Rising] Re: Teori kreasi versus teori evolusi.
evolusi ateistik? Bagaimana dengan Allah menciptakan evolusi?
Stanley:
Allah memang menciptakan alam semesta seperti menurut evolusi. Tetapi evolusi dalam waktu enam hari, enam hari yang ada petangnya dan ada paginya. allah tidak butuh milyaran tahun untuk menciptakan alam semesta termasuk manusia. Bumi yang "Belum berbentuk dan kosong pada Kejadian 1:2 tela menjadi "sangat baik" dalam Kejadian 1:31.
Para ateis sendiri mengakui bahwa teori evolusi mendukung ateisme. Saya pernah forward pendapat Ricard Dawkins bukan? Alla tidak pernah menciptakan evolusi yang perlahan-perlahan dalam waktu 15 milyar tahun seperti dikhayalkan Stephen Hawking.
Yang perlu anda ingat penciptaan tidak selalu menghasilkan obyek. Tapi bisa juga sebuah proses atau sebuah disain. Bahkan pemahaman begini bisa menyesatkan. Saya kasih contoh manusia. Apakah Tuhan menciptakan setiap manusia?
Stanley:
Allah menciptakan hukum alam. Setelah 6 hari penciptaan, semua berjalan menurut hukum alam yang diletakkan Allah, kecuali kalau Allah bertindak. Jadi kelahiran manusia pada umumnya menurut hukum alam. Tetapi Pencipta alam semesta bisa saja mengadakan pengecualian seperti kelahiran Yesus Kristus.
Padahal jelas sekali manusia muncul akibat pembuahan sel telur si nyokap oleh sperma bokap. Lalu menjadi zygot dst. Sama sekali ga ada urusan Tuhan disini. Kalau menurut anda ada penciptaan, di sebelah mananya dan kapan??
Stanley:
Lihat diatas.
‘Kelebihan lainnya, kalo si bayi cacat, maka Tuhan ga ikut disalahkan.
Stanley:
Semua yang terjadi dialam semesta terjadi atas izin Allah, termasuk bayi yang cacat.
Allah itu bagi saya tak terdefinisi. Apa perannya ya saya ga tau. Sebagai orang teknik, tau dong arti tak terdefinisi.
Stanley:
Saya juga tidak tahu dari diri saya sendiri. Tetapi kita bisa tahu kalau Allah yang beritahu manusia, Allah itu seperti apa. Dan melalui Alkitab memang Allah beritahu manusia. Dalam Kejadian 1:1 Allah berFirman : "Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi." Dari sini saya tahu bahwa yang pertama dicipatkan Allah adalah langit dan bumi, bukan big bang. Bumi sangat istimewa, Allah menciptakan bumi untuk kehidupan. Bukan terjadi secara kebetulan setelah big bang. Itu kata Stephen Hawking, bukan Allah.
Apa yg terjadi dengan alam semesta ga pernah saya kait2kan dengan Tuhan. Baca aja berbagai teori, kalo cocok, ya anggap aja bener begitu, sampe ada bantahan yg lebih valid lagi.
Stanley:
Saya selalu kaitkan dengan Allah. Mengapa saya tulis ini? Karena saya mau dan diizinkan Allah.
Lagian Yesus sendiri ga pernah bahas soal penciptaan kok selama hidupnya. Hukum yg terutama kresten adalah kasih, bukan penciptaan. Dan ga pernah disebut kalo ga percaya penciptaan, bakal masuk neraka hehehehe
Stanley:
Saya juga tidak pernah bilang kalau tidak percaya penciptaan bakal masuk neraka. Yang saya persoalkan adalah bagaimana dan bilamana alam semesta terjadi.

Jawaban dari saudara Ir. Stanley terlihat berputar-putar tidak karuan. Beliau hanya menekankan dan mencoba meyakinkan pembaca bahwa Alkitab Injilnya adalah pengikut aliran Theisme. Beliau tidak mencoba mengkaji lebih dalam rangkaian Perikop dari ayat-ayat Kitab Kejadiannya. Yang pada akhirnya keputusasaannya terungkap dalam jawabannya Lagian Yesus sendiri ga pernah bahas soal penciptaan kok selama hidupnya”. Apakah jawaban itu menunjukan seorang intelektual?
Ilmu pengetahuan sekarang percaya bahwa adanya evolusi Mikro dan Makro. Tetapi jika evolusi Mikro itu terjadi pada alam semesta dalam 6 hari, sungguh aneh? Seolah-olah Allah takluk oleh alam semesta. Bandingkan dengan kata “Jadilah” atau dalam Alquran “Kun Fayakun”, berkontradiksi dengan pernyataannya bahwa hal itu adalah evolusi Mikro.
Perhatikan pula keberaniannya mengatakan bahwa masa 6 hari “yang didalamnya” ada pagi dan petang, tetapi beliau tidak berani menyatakan sebagai 1 hari = 24 jam. Apa maksud kalimat “ yang ada didalamnya pagi dan petang”?
Ingat! Allah tidak terkungkung ruang dan waktu.
Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil perjanjian dari para nabi: "Sungguh, apa saja yang Aku berikan kepadamu berupa kitab dan hikmah kemudian datang kepadamu seorang rasul yang membenarkan apa yang ada padamu, niscaya kamu akan sungguh-sungguh beriman kepadanya dan menolongnya". Allah berfirman: "Apakah kamu mengakui dan menerima perjanjian-Ku terhadap yang demikian itu?" Mereka menjawab: "Kami mengakui". Allah berfirman: "Kalau begitu saksikanlah (hai para nabi) dan Aku menjadi saksi (pula) bersama kamu". Barang siapa yang berpaling sesudah itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik. Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah, padahal kepada-Nya-lah menyerahkan diri segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Allahlah mereka dikembalikan.” (Al Imran 3;81-83)
Sekali lagi kejadian lucu terjadi, pada saat jilid ini menunggu diposting, eh ada umat Kristen yang mencoba menjelaskan bahwa Kitab Kejadian itu menjelaskan juga tentang pertarungan Allah dengan Iblis. He3x…..Apakah ini pertarungan seperti Superman dengan Monster jahat?
Iblis itu yang ciptaan siapa? Kok bisa-bisanya ciptaan melawan Penciptanya? Apakah Iblis dalam agama Kristen memilki sifat Ke-Mahaan juga? Ini jawaban Hikmatis, Domatis dan Doktrin yang sudah sangat kebablasan.. Ini emailnya :

Posted by: "wiedyaparamita@yahoo.com" wiedyaparamita@yahoo.com   wiedyaparamita

Wed May 4, 2011 12:22 am (PDT)

Woi di kitab kejadian awal, bumi itu sudah ada. Tp rusak. Umurnya sudah lama sekali. Apa yg saya dapatkan dari kitab kejadian awal bahwa pertarungan hebat br saja terjadi antara Allah dengan iblis. Kemudian Allah memulihkan dan menciptakan segala isi bumi termasuk manusia. Tentang penebusan dosa, memang tidak ada jalan lain utk membuat manusia hubungannya diperdamaikan dengan Allah. Yesus menebus dosa SELURUH umat manusia. Dan kata2 pertobatan ini terus didengungkan. Orang2 Yahudi yg br saja menyalib Yesus pun perlu bertobat. Coba baca ketika Petrus berkhotbah. Jika blm2 anda mengatakan alkitab menyesatkan, ya itu keputusan anda. Memang alkitab tidak bs membenarkan manusia, tidak sama seperti alquran bg moslem. Yang bisa membenarkan manusia, hanya darah Yesus.

Tampaknya umat Kristen sudah putus asa, gerah, mangkel, sungsak sundel dan kekesalan lainnya dalam menghadapi Kerusakan Kitab Kejadiannya yang mereka klaim sangat ilmiah, sistimatis, teratur dan logis. Semakin panjang dan jauh umat Kristen menjawab tentang Kitab Kejadiannya (Alkitab Injil), semakin terbuka lebar kerusakannya.  Jawaban seperti diataskah, jawaban seorang Debater dan Intelektual Kristen? Mengkaitkan antara Kitab Kejadian dengan Mitos Teologi? Masya Allah
“Sesungguhnya orang-orang yang menukar janji (nya dengan) Allah dan sumpah-sumpah mereka dengan harga yang sedikit, mereka itu tidak mendapat bahagian (pahala) di akhirat, dan Allah tidak akan berkata-kata dengan mereka dan tidak akan melihat kepada mereka pada hari kiamat dan tidak (pula) akan mensucikan mereka. Bagi mereka azab yang pedih. (Al Imran 3;77)
“Inikah Tanda-tanda Kebesaran (Keberadaan) Allah?”
Semoga Hidayah Kebenaran Islam dari Allah SWT selalu bersama Anda.
Dan jika ada kesalahan tulisan..itu kesalahan saya sebagai Manusia Biasa.
“Katakanlah: "Jika aku sesat maka sesungguhnya aku sesat atas kemudharatan diriku sendiri; dan jika aku mendapat petunjuk maka itu adalah disebabkan apa yang diwahyukan Tuhanku kepadaku. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Dekat". (Saba 34;50)
May Allah Bless Us/You (MABU)!!!

Bersambung Ke...JILID 55 Hal 319-326