Oleh sebab itulah maka manusia perlu belajar dan sekolah terus sampai jenjang tertinggi dengan tujuan utamanya adalah untuk MEMPERLUAS, MEMPERBANYAK dan MEMPERDALAM VARIABEL. Akibat pendidikanlah maka akal budi manusia berkembang seperti sekarang ini. Karena semakin tinggi ilmu seseorang biasanya semakin spesifik bidangnya, tetapi semakin luas variabelnya dalam memandang suatu permasalahan dan membuat banyak hal-hal ketidaknyataan menjadi kenyataan. Tetapi dalam keilmuan juga tidak mengenal KAIDAH KACAMATA KUDA. Kaidah Kacamata Kuda adalah kaidah-kaidah yang didasarkan atas Doktrin, Dogma atau propaganda golongan tertentu, seperti teori kaum Rasionalis. Atau memasukan logika/filsafat Ketuhanan (ayat-ayat Kitab Suci yang belum teruji Kebenaran Mutlaknya) sebanyak mungkin sehingga SEOLAH-OLAH tulisan tersebut menjadi ilmiah atau mengandung kebenaran. Bagaimanapun juga dalam memahami ilmu pengetahuan harus dapat MENDEKATI tingkat kepastian, rasional, logis dan sistimatis dengan pendekatan kaidah-kaidah keilmuan (metode) yang tepat. (Gilamologi Kajian Alternatif Filsafat Bebas) Apa Itu Gilamologi? GILAMOLOGI adalah : Ilmu yang mempelajari TINGKAH LAKU dan METODE BERPIKIR kegilaan orang gila, kewarasan orang waras, kegilaaan orang waras dan kewarasan orang gila. Karena orang gila bisa menjadi orang gila dan kadang-kadang waras…tetapi orang waras juga bisa menjadi orang waras dan kadang-kadang bisa berpikir dan berperilaku gila. KEGILAAN dan KEWARASAN katanya sih SETIPIS SELAPUT DARA..hahahaha. . .By: Filsuf Gila.
ARTIKEL GILAMOLOGI
Assalamulaikum Wr.Wb… اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَا تُهُ
BERAT/MASSA MATERI (ZAT/SEL) ALAM SEMESTA SELALU SAMA?
(Gilamologi Sebuah Kajian Alternatif Filsafat Bebas)
By: Filsuf Gila
Bismillahhirohmanirohim… بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
“Dan di antara manusia ada orang-orang yang membantah tentang Allah tanpa ilmu pengetahuan, tanpa petunjuk dan tanpa kitab (wahyu) yang bercahaya,”
(Al Hajr 22;8)
"Sesungguhnya telah Kami turunkan kepada kamu sebuah kitab yang di dalamnya terdapat sebab-sebab kemuliaan bagimu. Maka apakah kamu tiada memahaminya?"
(Al Anbiyaa 21;10)
“Ini lah (Qur’an) pedoman bagi manusia, petunjuk dan rahmat bagi kaum yang sungguh-sungguh meyakininya."
(Al-Jathiya 45: 20)
“Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik.”
(Injil 1 Tesalonika. 5:21)
“Segala yang kuperintahkan kepadamu haruslah kamu laku-kan dengan setia, janganlah engkau menambahinya ataupun menguranginya.” (Ulangan 12:32)
ISLAM AJARAN TAUHID
"Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia". (Al Ikhlas 112;1-4)
Jumat, 18 Maret 2011
Perdebatan Ada Dan Tiada - Pendekatan Matematis 1 (JILID 19 Hal 128-135)
Oleh sebab itulah maka manusia perlu belajar dan sekolah terus sampai jenjang tertinggi dengan tujuan utamanya adalah untuk MEMPERLUAS, MEMPERBANYAK dan MEMPERDALAM VARIABEL. Akibat pendidikanlah maka akal budi manusia berkembang seperti sekarang ini. Karena semakin tinggi ilmu seseorang biasanya semakin spesifik bidangnya, tetapi semakin luas variabelnya dalam memandang suatu permasalahan dan membuat banyak hal-hal ketidaknyataan menjadi kenyataan. Tetapi dalam keilmuan juga tidak mengenal KAIDAH KACAMATA KUDA. Kaidah Kacamata Kuda adalah kaidah-kaidah yang didasarkan atas Doktrin, Dogma atau propaganda golongan tertentu, seperti teori kaum Rasionalis. Atau memasukan logika/filsafat Ketuhanan (ayat-ayat Kitab Suci yang belum teruji Kebenaran Mutlaknya) sebanyak mungkin sehingga SEOLAH-OLAH tulisan tersebut menjadi ilmiah atau mengandung kebenaran. Bagaimanapun juga dalam memahami ilmu pengetahuan harus dapat MENDEKATI tingkat kepastian, rasional, logis dan sistimatis dengan pendekatan kaidah-kaidah keilmuan (metode) yang tepat. Rabu, 16 Maret 2011
Perdebatan Ada Dan Tiada - Pendekatan Matematis dan Eksperimen (JILID 18 Hal 121-128)
Pertanyaan diatas ternyata sudah terjawab oleh AlQuran itu sendiri. Ada sumbangan pemikiran untuk Gilamologi dari seseorang dari Milist bernama Syafa, Hidayahnya menunjukan ada ayat yang berbunyi:Bersambung Ke...JILID 19 Hal: 128-135
Jumat, 11 Maret 2011
Filsafat 4 (JILID 17 Hal 117-121)
Hasil –hasil dari kaum Filsafat Idealis dan Filsafat Materialistis (Filsafat Manusia) ini kita kenal sebagai bentuk Kebudayaan dan Peradaban. Kebudayaan adalah kemajuan manusia dalam bidang pemikiran yang dianggap sebagai sumbangsih dari hasil dari kebanyakan kaum Filsafat Idealis. Sedangkan Peradaban adalah kemajuan manusia dalam bidang Materi yang banyak disumbangkan oleh Kaum Filsafat Materialistis. Walaupun tidak selamanya harus selalu demikian, dimana kedua-duanya memberikan kontribusi pada kemajuan manusia dalam bentuk Kebudayaan dan Peradaban. Sedangkan Filsafat Ketuhanan (khususnya agama) banyak memberikan sumbangsih pada aspek Nilai-nilai Etika/Moral Kebudayaan dan peradaban itu sendiri. Khusus agama Islam dalam Kitab Sucinya mengandung sumber segala sumber ilmu pengetahuan yang dapat memberikan kontribusi ilmu pengetahuan pada kebudayaan dan peradaban itu sendiri.
“John Locke (lahir 29 Agustus 1632 – meninggal 28 Oktober 1704 pada umur 72 tahun) adalah seorang filsuf dari Inggris yang menjadi salah satu tokoh utama dari pendekatan empirisme. Salah satu pemikiran Locke yang paling berpengaruh di dalam sejarah filsafat adalah mengenai proses manusia mendapatkan pengetahuan. Ia berupaya menjelaskan bagaimana proses manusia mendapatkan pengetahuannya. Menurut Locke, seluruh pengetahuan bersumber dari pengalaman manusia. Posisi ini adalah posisi empirisme yang menolak pendapat kaum rasionalis yang mengatakan sumber pengetahuan manusia yang terutama berasal dari rasio atau pikiran manusia. Meskipun demikian, rasio atau pikiran berperan juga di dalam proses manusia memperoleh pengetahuan. Dengan demikian, Locke berpendapat bahwa sebelum seorang manusia mengalami sesuatu, pikiran atau rasio manusia itu belum berfungsi atau masih kosong. Situasi tersebut diibaratkan Locke seperti sebuah kertas putih (tabula rasa) yang kemudian mendapatkan isinya dari pengalaman yang dijalani oleh manusia itu. Rasio manusia hanya berfungsi untuk mengolah pengalaman-pengalaman manusia menjadi pengetahuan sehingga sumber utama pengetahuan menurut Locke adalah pengalaman.
Beberapa ayat AlQuran sudah memberikan tanda-tanda tentang ilmu pengetahuan, dan dalam Alkitab saya temukan ada ayat yang mengatakan:
Dengan memahami golongan mana yang kita anut masing-masing, akan memudahkan sebuah diskusi berjalan. Memudahkan awal dan akhir sebuah diskusi, serta topik yang akan didiskusikan. Sebuah diskusi yang sehat yang akan memberikan kazanah baru bagi perkembangan ilmu pengetahuan manusia. Bukan sekedar doktrin/dogma agama tertentu untuk memaksakan Keimanannya pada orang lain yang berbeda Keimanan. Inilah tujuan pemahaman Filsafat dari sebuah Gilamologi.Filsafat 3 (JILID 16 Hal 111-117)
Pada pertengahan abad ke-20, ada tradisi kuat rasionalisme yang terencana, yang dipengaruhi secara besar oleh para pemikir bebas dan kaum intelektual. Rasionalisme modern hanya mempunyai sedikit kesamaan dengan rasionalisme kontinental yang diterangkan René Descartes, yaitu yang dalam bahasa Latin kalimat ini adalah: cogito ergo sum sedangkan dalam bahasa Perancis adalah: Je pense donc je suis. Keduanya artinya adalah: "Aku berpikir maka aku ada". (Ing: I think, therefore I am)
"Immanuel Kant (Königsberg, 22 April 1724 - Königsberg, 12 Februari 1804) adalah seorang filsuf Jerman. Karya Kant yang terpenting adalah Kritik der Reinen Vernunft, 1781. Dalam bukunya ini ia “membatasi pengetahuan manusia”. Atau dengan kata lain “apa yang bisa diketahui manusia.” Ia menyatakan ini dengan memberikan tiga pertanyaan:
“Søren Aabye Kierkegaard (lahir di Kopenhagen, Denmark, 5 Mei 1813 – meninggal di Kopenhagen, Denmark, 11 November 1855 pada umur 42 tahun) adalah seorang filsuf dan teolog abad ke-19 yang berasal dari Denmark. Kierkegaard sendiri melihat dirinya sebagai seseorang yang religius dan seorang anti-filsuf, tetapi sekarang ia dianggap sebagai bapaknya filsafat eksistensialisme. Kierkegaard menjembatani jurang yang ada antara filsafat Hegelian dan apa yang kemudian menjadi Eksistensialisme. Kierkegaard terutama adalah seorang kritikus Hegel pada masanya dan apa yang dilihatnya sebagai formalitas hampa dari Gereja Denmark. Filsafatnya merupakan sebuah reaksi terhadap dialektik Hegel.
“Pastor Hans Küng (lahir 19 Maret 1928 di Sursee, Canton Lucerne), adalah seorang teolog Swiss terkemuka, dan penulis yang produktif. Sejak 1995 ia menjadi Presiden dari Yayasan untuk Etika Global (Stiftung Weltethos). Küng adalah seorang pastor Katolik Roma, tetapi Vatikan telah mencabut haknya untuk mengajar teologi Katolik.










